Contoh Ijarah dalam Kehidupan Sehari Hari

Contoh Ijarah dalam Kehidupan Sehari Hari

Contoh ijarah dalam kehidupan sehari hari
itu ibarat udara yang kita hirup, sering tidak terlihat tapi sangat vital, begitulah relevansi contoh ijarah dalam kehidupan sehari hari.

Mungkin Bapak/Ibu baru saja menggunakan jasa ojek online? Atau menyewa ruko untuk dagang? Nah, tanpa sadar akad ijarah sudah berjalan. Ha ha ha. Tidak perlu pusing dengan istilah Arab yang terdengar berat. Ijarah itu sederhana. Ia adalah jembatan kecil yang menuntun kita menuju solusi praktis saat kita butuh manfaat sesuatu tanpa harus memilikinya. Dompet aman, kebutuhan terpenuhi.

Berikut yang akan Bapak/Ibu pelajari:
  • Pengertian Ijarah dan Penerapannya di Era Modern
  • Contoh Ijarah dalam Kehidupan Sehari Hari yang Paling Mudah Ditemui
  • Perbedaan Ijarah dengan Akad Lain (Murabahah, Wakalah, Ju’alah)
  • Manfaat Ijarah untuk Masyarakat dan Pelaku Usaha
  • Tips Praktis Menggunakan Akad Ijarah Tanpa Melanggar Syariah
  • Contoh Kasus Nyata Ijarah dalam Keseharian
  • FAQ tentang Ijarah
  • Kesimpulan

Pengertian Ijarah dan Penerapannya di Era Modern

Seringkali kita terjebak. Mengira syariah itu rumit. Padahal tidak.

Makna Ijarah Menurut Fikih

Secara bahasa, ijarah berarti upah atau ganti. Namun, dalam kacamata fikih yang lebih luas, ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran upah sewa (ujrah), tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri.

Sederhananya begini Bapak/Ibu: Kita "beli" fungsinya, bukan barangnya.

Unsur-Unsur Penting dalam Akad Ijarah

Agar akad ini sah dan tidak jadi masalah di kemudian hari (apalagi di akhirat), ada rukun yang harus ada:

  • Mu'ajir: Orang yang menyewakan (pemilik barang/jasa).
  • Musta'jir: Orang yang menyewa (Bapak/Ibu sebagai pengguna).
  • Ma'jur: Objek sewa (bisa barang, bisa tenaga).
  • Shighat: Ijab kabul atau kesepakatan (bisa lisan, tulisan, atau klik "Order" di aplikasi).
  • Ujrah: Upah atau biaya sewa yang jelas nominalnya.

Mengapa Konsep Ijarah Tetap Relevan?

Dunia berubah cepat. Dulu orang harus beli kuda kalau mau pergi jauh. Sekarang? Cukup klik aplikasi, mobil datang. Ijarah menjadi tulang punggung sharing economy. Tanpa konsep sewa-menyewa atau upah-mengupah ini, roda ekonomi pasti macet total.

Bapak/Ibu pasti setuju, tidak semua hal harus kita beli, kan? Kadang, menyewa jauh lebih cerdas.

Inilah alasan mengapa memahami contoh ijarah dalam kehidupan sehari hari menjadi sangat krusial bagi pengelolaan keuangan keluarga maupun bisnis Bapak/Ibu sekalian.

Contoh Ijarah dalam Kehidupan Sehari Hari yang Paling Mudah Ditemui

Mari kita bedah satu per satu. Jangan kaget kalau ternyata Bapak/Ibu melakukannya setiap hari.

Ijarah dalam Sewa Jasa (Ijarah al-Amal)

Ini adalah bentuk ijarah di mana objeknya adalah tenaga atau keahlian seseorang. Bapak/Ibu menggaji orang bukan untuk memiliki orangnya, tapi untuk mendapatkan keahliannya.

Contoh: Jasa tukang, ojek online, dan pekerja harian

Saat atap bocor dan Bapak/Ibu memanggil tukang, lalu sepakat: "Pak, tolong betulin atap, ongkosnya 200 ribu ya." Itu ijarah. Begitu juga saat Bapak/Ibu pesan makanan via ojek online. Abang ojol menyewakan jasa mengantar (tenaga + motornya) untuk Bapak/Ibu. Jelas, praktis, halal.

Ijarah dalam Sewa Barang (Ijarah al-A'yan)

Kalau yang ini, objeknya adalah benda fisik yang bisa diambil manfaatnya tanpa menghabiskan bendanya.

Contoh: Sewa motor, kamera, rumah, alat pesta

  • Sewa Ruko: Bapak/Ibu bayar 20 juta per tahun. Ruko tetap milik tuan tanah, tapi Bapak/Ibu berhak pakai untuk jualan bakso.
  • Rental Kamera: Mau gaya saat liburan tapi sayang beli kamera mahal? Sewa saja.
  • Sewa Baju Pengantin: Sekali pakai seumur hidup (idealnya, ha ha ha), buat apa beli? Sewa adalah solusi ijarah paling masuk akal.

Ijarah di Dunia UMKM

UMKM adalah pelakunya yang paling sering menggunakan skema ini tanpa sadar.

Studi kasus UMKM kecil yang bertahan dengan sistem ijarah

Bayangkan Bu Siti. Dia ingin jualan es tebu. Harga mesin giling tebu 5 juta. Modal Bu Siti cuma 500 ribu. Solusinya? Dia menyewa mesin giling dari tetangganya dengan sistem bagi hasil atau sewa harian 20 ribu. Usaha jalan, modal aman. Inilah kekuatan ijarah.

Perbedaan Ijarah dengan Akad Lain (Murabahah, Wakalah, Ju’alah)

Banyak yang bingung. "Apa bedanya sama jual beli kredit?" Beda jauh, Bapak/Ibu.

Tabel Perbandingan Praktis

Fitur Ijarah (Sewa) Murabahah (Jual Beli) Ju'alah (Sayembara)
Objek Manfaat barang/jasa Barang fisik Hasil pekerjaan
Kepemilikan Tidak pindah Pindah ke pembeli Tidak relevan
Pembayaran Uang Sewa/Upah Harga + Margin Bonus jika sukses

Kesalahan Umum yang Bapak/Ibu Sering Temui dalam Memahami Ijarah

Seringkali orang mengira leasing motor konvensional itu ijarah. Hati-hati. Leasing konvensional seringkali mengandung dua akad dalam satu transaksi (sewa sekaligus beli) yang bisa memicu gharar (ketidakjelasan) jika tidak diatur sesuai syariah (biasanya disebut IMBT - Ijarah Muntahiya Bittamlik).

Manfaat Ijarah untuk Masyarakat dan Pelaku Usaha

Kenapa syariat membolehkan ini? Karena Allah tahu manusia itu makhluk sosial yang saling butuh.

Manfaat Ekonomi

Penghematan biaya & fleksibilitas modal

Bagi pebisnis pemula, Cash flow adalah raja. Daripada uang 100 juta habis buat beli mobil box operasional, lebih baik sewa (ijarah) 5 juta per bulan. Sisa 95 juta bisa diputar untuk beli stok barang. Cerdas, bukan?

Manfaat Sosial

Contoh kisah warga yang terbantu ijarah

Ada Pak RT di kampung sebelah. Beliau punya mobil nganggur. Tetangganya butuh antar istri melahirkan tapi tak punya mobil. Lewat akad ijarah dengan harga "seduluran" (kekeluargaan), tetangga terbantu, Pak RT dapat pemasukan untuk bensin dan perawatan. Ekonomi berputar, silaturahmi terjaga.

Tips Praktis Menggunakan Akad Ijarah Tanpa Melanggar Syariah

Supaya berkah, jangan asal "deal". Ikuti rambu-rambunya.

Cara Memastikan Akad Sah

Contoh redaksi akad sederhana

Tidak perlu pakai bahasa hukum yang njelimet. Cukup ucapkan atau tulis:

"Saya sewa ruko Bapak selama 1 tahun mulai tanggal 1 Januari sampai 31 Desember dengan harga 10 juta rupiah."

Lalu dijawab: "Saya terima sewanya." Salaman. Sah. Beres.

Risiko Umum dalam Ijarah

Solusi agar tidak terjadi sengketa

Masalah paling sering: Barang rusak saat disewa. Siapa yang ganti?

Aturan mainnya: Jika kerusakan karena pemakaian wajar (misal: cat tembok memudar, ban motor botak karena jalan), itu tanggungan pemilik (Mu'ajir). Tapi, kalau rusak karena kelalaian penyewa (misal: motor disewa buat balapan liar lalu tabrakan), Bapak/Ibu sebagai penyewa wajib ganti rugi. Adil kan?

Contoh Kasus Nyata Ijarah dalam Keseharian

Teori sudah, sekarang kita lihat praktek lapangannya. Ini cerita tentang orang-orang biasa.

Kisah Bapak Penjual Gorengan yang Sewa Gerobak

Pak Amat, perantau dari desa. Datang ke kota cuma bawa baju. Dia ingin jualan gorengan tapi gerobak harganya 3 juta. Uang dari mana?

Konflik yang terjadi dan penyelesaiannya

Akhirnya Pak Amat bertemu Juragan Gerobak. Mereka sepakat akad ijarah: sewa gerobak 15 ribu per hari. Bulan pertama lancar. Bulan kedua, roda gerobak patah karena jalanan berlubang.

Pak Amat panik. "Waduh, gaji hari ini habis buat ganti roda dong?" pikirnya cemas. Tapi karena akadnya ijarah yang benar, Juragan Gerobak paham itu kerusakan struktural, bukan salah Pak Amat. Sang Juragan yang keluar biaya servis. Pak Amat lega, dia bisa tetap kirim uang ke kampung. Ha ha ha, senangnya melihat keadilan bekerja.

Kisah Ibu Rumah Tangga yang Sewa Mesin Cuci untuk Bisnis Laundry

Bu Dewi melihat peluang laundry kiloan. Tapi beli mesin cuci heavy duty harganya selangit.

Dampak ekonominya

Bu Dewi memilih menyewa mesin. Dengan modal minim, dia bisa buka "Laundry Berkah". Keuntungan bulan pertama cukup untuk bayar sewa dan beli sabun. Enam bulan kemudian, omzetnya naik, dia malah bisa nambah sewa satu mesin lagi. Tanpa ijarah, mungkin Bu Dewi masih melamun di teras rumah sekarang.

FAQ tentang Ijarah (Pertanyaan yang Sering Bapak/Ibu Tanyakan)

Apakah ijarah boleh untuk barang digital?

Boleh banget. Saat Bapak/Ibu langganan layanan cloud storage (Google Drive) atau hosting website, itu akadnya ijarah. Bapak/Ibu menyewa "ruang" di server mereka.

Apakah ijarah sama dengan leasing?

Sering disamakan, tapi beda rasa. Leasing konvensional seringkali membebankan risiko barang sepenuhnya ke penyewa sejak awal, seolah-olah barang itu sudah milik penyewa, padahal statusnya masih sewa. Dalam ijarah murni, risiko kepemilikan tetap di pemilik barang.

Bagaimana jika barang rusak saat masa sewa?

Lihat penyebabnya. Force Majeure (bencana alam) atau usia barang? Tanggungan pemilik. Keteledoran penyewa? Tanggungan penyewa.

Kesimpulan

Bapak/Ibu yang budiman, hidup itu sebenarnya tentang kemudahan. Konsep ijarah hadir bukan untuk mempersulit, tapi justru membuka pintu-pintu peluang yang tadinya tertutup rapat karena keterbatasan modal.

Mulai dari abang ojek yang mengantar kita, hingga mesin cuci yang membantu usaha tetangga, semua adalah bukti nyata indahnya syariat ini. Kita tidak perlu memiliki dunia untuk menikmatinya, cukup gunakan seperlunya, bayar sepantasnya.

Semoga setelah membaca ini, Bapak/Ibu bisa lebih jeli melihat peluang contoh ijarah dalam kehidupan sehari hari di sekitar. Siapa tahu, solusi masalah Bapak/Ibu saat ini sebenarnya hanya berjarak satu akad sewa saja.

LihatTutupKomentar